Program Kemitraan Masyarakat (PKM) merupakan program pengabdian masyarakat yang dimiliki oleh Universitas Muhammadiyah Yogyakarta untuk mengamalkan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Tim PKM yang diketuai oleh Ir. Sukuriyati Susilo Dewi, M.S. beranggotakan Ir. Titiek Widyastuti, M.S. dan Ir. Nafi Ananda Utama, M.S. melakukan pelatihan di Kelompok Tunas Mandiri “Pelangi Purba” sebagai mitranya. Ketiganya merupakan dosen Prodi Agroteknologi UMY yang berkompeten dibidang pengolahan hasil tanaman. Menurut Ir. Sukuriyati Susilo Dewi, M.S., menuturkan sebelum melakukan pelatihan kepada Kelompok Tunas Mandiri ”Pelangi Purba” yang berada di Desa Nglanggeran, Patuk, Gunung Kidul dilakukan observasi untuk melihat potensi apa yang bisa dikembangkan di desa tersebut. Setelah mengetahui bahwa Kelompok Tunas Mandiri “Pelangi Purba” telah memiliki produk olahan dengan Jahe sebagai bahan bakunya, hanya saja produknya baru berupa jahe Instan saja. Padahal Jahe dapat dimanfaatkan dan diolah menjadi berbagai produk olahan seperti, manisan jahe, permen jahe, jahe instan dan sebagainya tutur Ir. Titiek Widyastuti, M.S.

Sabtu, (23/2) Tim PKM memulai pelatihan dengan dibantu oleh beberapa mahasiswa yang memiliki kompetensi dibidang pengolahan hasil panen. Ir. Sukuriyati Susilo Dewi, M.S. menuturkan “Pada pelatihan kali ini akan melakukan pengolahan jahe menjadi beberapa produk olahan yang nantinya bisa di jadikan sebagai buah tangan khas dari Nglanggeran. Hal ini dikarenakan, wilayah yang menjadi mitra kami (red: Tim PKM) berada disekitar tempat wisata embung Nglanggeran”. Masyarakat dan Kelompok Tunas Mandiri “Pelangi Purba” sangat berterimakasih dengan adanya Tim PKM ini. Hal ini diungkapakan oleh Lastri Wahyuni sebagai Ketua “Kami semua sangat terbantu dan termotivasi dengan adanya program yang di adakan oleh Prodi Agroteknologi UMY ini. Harapan kami program ini bisaberkelanjutan, mulai dari bagaimana cara membudidayakan tanaman jahe hingga pemasaran produk olahan yang telah kami buat. Kami sangat ingin produk kami tidak hanya dipasarkan secara konvensional saja kami juga melirik pasar online”. “Menanggapi antusiasme dari masyarakat maka kami (red: Tim PKM) akan memonitoring dan mengevaluasi produk-produk olahan tersebut sehingga layak untuk dipasarkan baik seraca Konvensional maupun secara Online” tutup Ir. Titiek Widyastuti, M.S.

Pada pelatihan berikutnya, Sabtu (23/3) Tim PKM kembali melakukan pelatihan. Pada pelatihan ini lebih menitik beratkan untuk mengkonsep dan memberikan suatu brand sehingga lebih layak untuk di pasarkan baik itu secara konvensional maupun Online. “Dalam proses pemasaran kita harus menciptakan produk bernilai jual, penentuan harga, promosi, pelayanan pelanggan, dan lain-lain. Tujuan utama dari pemasaran adalah untuk memenuhi kebutuhan suatu pasar. Dengan kata lain, kepuasan konsumen menjadi sesuatu yang sangat penting dalam proses pemasaran, biasanya konsumen di era digital ini sangat tertarik oleh visual suatu produk. Oleh karena itu proses yang sangat menentukan adalah packing dari produk tersebut” kata Ir. Nafi Ananda Utama, M.S. dalam pelatihan kali ini. Kelompok Tunas Mandiri “Pelangi Purba” mendengarkan dan menyimak langkah-langkah yang dituturkan oleh Ir. Nafi Ananda Utama, M.S. pada akhir sesi pelatihan kali ini Tim PKM memberikan peralatan-peralatan guna menunjang produksi“ Kami (red: Tim PKM) menghibahkan peralatan ini guna menunjang produksi Kelompok Tunas Mandiri “Pelangi Purba”. Harapan saya dengan adanya penghibah an alat ini produsi tetap terus berlanjut. Meskipun tanpa pendampingan kami (red: Tim PKM) secara langsung ibu-ibu dapat bertanya secara langsung dengan kami menggunakan alat telekomunikasi yang ada” pesan Ir. Sukuriyati Susilo Dewi, M.S. sebelum meninggalkan tempat pelatihan. (Muchtar)