Wayang merupakan seni pertunjukkan asli Indonesia yang berkembang pesat di Pulau Jawa dan Bali. Selain itu, pertunjukkan wayang banyak terpengaruh oleh beberapa kebudayaan Jawa dan Hindu. Banyak sekali jenis-jenis wayang namun, yang terkenal antara lain wayang golek, wayang kulit dan wayang orang. Bahkan saat ini, banyak sekali wayang-wayang kontemporer guna menarik minat generasi muda dalam melestarikan budaya ini.

Sabtu (23/3), Program Studi Agroteknologi UMY melakukan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) dengan tema “Pengenalan Serangga Berguna Untuk Petani Melalui Seni Wayang”. PKM ini diselenggarakan di Dusun Jlegongan, Sayegan, Sleman. “Masyarakat Dusun Jlegongan sebagian besar bermatapencaharian sabagai petani. Oleh sebab itu kami memilih dusun tersebut sebagai mitra kami untuk mengemalkan Tri Dharma Pergurun Tinggi”, ungkap Dina Wahyu Trisnawati, S.P., M.Agr., Ph.D. selaku ketua pelaksana PKM ini. Selain itu, dengan menggunakan media wayang yang bekerja sama dengan Sanggar Saujana kami berharap masyarakat mudah memahami, kemudian kami juga membantu melestarikan budaya yang munggkin hingga saat ini generasi muda banyak yang sudah mulai enggan melihatnya pungkas Dina.

Dr. Ihsan Nurkomar, S.P. salah satu Anggota Pelaksana menuturkan bahwa banyak sekali baik instansi pemerintahan maupun instansi pendidikan khususnya dibidang pertanian mengadakan penyuluhan. Namun, kegiatan penyuluhan biasanya dilakukan dengan metode ceramah. Maka dari itu, kami mencoba melakukan penyuluhan dengan cara lain yaitu menggunakan wayang agar peserta penyuluhan lebih bersemangat, terhibur, dan memahami materi penyuluhan dengan lebih baik. “Kami sangat berterimakasih karena dengan adanya Program Kemitraan Masyarakat (PKM) dari Program Studi Agroteknologi UMY ini, Kami berkesampatan membagikan wawasan kepada petani tentang bagaimana cara mengelola serangga agar sawah tetep sehat. Dalam arti sehat ini adalah sehat lingkungannya, sehat alamnya dan juga sehat yang menikmati hasil dari pertanian itu sendiri” tutur bapak Tukimun petani di Dusun Jlegongan.

Pagelaran wayang ini menceritakan peran fungsi serangga di sawah serta bagaimana kita sebagai manusia atau petani dalam menyikapi kehadiran serangga tersebut, tutur Sih Agung sebagai dalang pada pertunjukan wayang serangga ini. Selain itu, Bapak Saujana selaku pemilik sanggar juga menuturkan bahwa “Karena saya dibesarkan dari keluarga petani, bahkan hingga saat ini saya tetap menggeluti dibidang pertanian tersebut. Saya termotivasi untuk membuat karakter-karakter serangga berdasarkan visualisasi apa yang saya lihat di sawah, bagaimana cara atau siklus hidup serangga tersebut untuk kemudian dijadikan wayang serangga”. (Muchtar)