Pada hari Kamis (6/9), Program Studi Agroteknologi UMY dan Bappeda Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah SubBid Pertanian melakukan kerja sama untuk penyuluhan terkait permasalahan pertanian. Berdasarkan hasil observasi dari mahasiswa yang melakukan kegiatan KKN (Kuliah Kerja Nyata) di Kecamatan Warungpring, mayoritas matapencaharian masyarakat petani buah durian dan permasalahan yang sering dihadapi yaitu hama Uret (Gendon menurut masyarakat sekitar).

Bahkan menurut salah satu Penyuluh Pertanian, banyak sekali pohon durian yang sudah dewasa mati setelah terkena serangan hama Uret tersebut. Oleh sebab itu, menurut ibu Usni Marini dari Bappeda Sub-bid Pertanian dalam melaksanakan tugas pokok dalam rencana pembangunan jangka menengah 5 tahun pada pengembangan Agropolitan durian. Hal ini sejalan dengan kegiatan KKN sebelumnya yang memberikan penyuluhan terhadap penanggulangan hama Uret dengan menggunakan agensia hayati jamur Metharizium. Keunggulan jamur Metharizium dibandingkan menggunaka insektisida sintetis adalah tidak membahayakan lingkungan

Adapun keunggulan dari agensia hayati jamur Metharizium diantaranya ramah lingkungan, mampu bertahan didalam tanah hingga 5 tahun sehingga menjadi infes jangka panjang dan dapat membunuh hama sesuai targetnya. Meskipun demikian jamur Metharizium memiliki kelemahan, diantaranya proses kematian hama target tidak dapat secara langsung berbeda dengan insektisida sintetis menurut pemaparan Taufiq Hidayat, S.P., M. Sc. selaku narasumber penyuluh agensia hayati. Setelah dilakukan penyuluhan tentang teknik pembuatan dan aplikasi jamur Metharizium dilakukan juga praktik secara langsung dilahan durian yang berada disekitar kantor Kecamatan Warungpring.

Menurut Kasirin (salah satu kelompok tani durian) penanggulangan hama uret biasanya menggunakan insektisida yang berlebihan dan biaya yang cukup mahal. Oleh Karena itu, dengan adanya penyuluhan yang dilakukan dari program studi Agroteknologi UMY petani durian yang berada di kecamatan Warungpring ingin segera dilakukan pendampingan secara intensif dalam rangka proses perbanyakan agensia hayati jamur Metharizium, senada dengan bapak Ustopo selaku Penyuluh Pertanian.