Bela negara menjadi topik yang sedang ramai diperbincangkan dewasa ini. Sebagai akademisi prodi Agroteknologi memandang perlu memberi bekal kepada mahasiswa mengenai Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. Oleh karena itu Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian UMY mengundang Drs. M. Afnan Hadikusumo selaku angggota DPD RI untuk memberikan ilmu mengenai bela negara. Acara yang dibungkus dalam kuliah tamu ini dilaksanakan pada Hari Rabu 3 Januari 2018 bertempat di Ruang Sidang Pasca Sarjana dengan mengambil tema “Bela Negara dalam Perspektif Pertanian”.

 

Dalam kuliahnya Drs. M. Afnan Hadikusomo menyampaikan bahwa Indonesia sudah diramalkan menjadi target perang modern seperti yang diistilahkan oleh Jean Tirole professor ekonomi di Universitas Touluse sebagai proxy war atau asymmetric warfare, yaitu merupakan pengaruh ekonomi dan politik di suatu negara tanpa keterlibata langsung negara yang melakukan agresi. Selaras dengan kenyataan bangsa pada hari ini bahwa masih banyak sektor di Indonesia seperti pertambangan, perbankan dan juga dalam hal ini pertanian yang lebih dari 50% dikuasai oleh asing. Kenyataan ini diperburuk dengan tingginya angka impor di bidang pertanian seperti gula, garam, padi, jagung dan sebagainya.

 

Kuliah umum yang dihadiri sekitar 125 mahasiswa tersebut juga disampaikan bahwa persoalan pangan di Indonesia juga masih dalam taraf memprihatinkan. Masih ada masyarakat Indonesia yang masuk dalam kategori miskin sehingga kekurangan kemampuan dalam memenuhi kebutuhan pangan. Produksi pangan dalam negeri juga banyak yang mengalami penurunan sejalan dengan pertumbuhan perumahan. Hal ini ditambah dengan budaya korupsi yang belum juga surut.

 

Sinergitas antara pemerintah sebagai pembuat regulasi dan pelaku usaha di bidang pertanian sebagai pelaksana utama menjadi poin penting yang disampaikan pada kuliah ini. Pemerintah lewat regulasinya diharapkan dapat menjadi payung hukum bagi pelaku pertanian dalam menjalankan usaha. Dilain sisi pelaku usaha di bidang pertanian mempunyai tugas besar untuk mewujudkan ketahanan pangan bahkan hingga menuju kedaulatan pangan. Pada akhir kuliah, beliau juga menyampaikan bahwa peran pertanian dalam konsep bela negara sangat strategis dalam menanggulangi perang asimetris karena bidang pangan merupakan kebutuhan pokok semua penduduk dunia. Kecukupan pangan akan berdampak kepada kesejahteraan masyarakat, dari hal tersebut maka akan tumbuh sikap kecintaannya kepada tanah airnya. Dengan demikian, masyarakat Indonesia akan senantiasa siap menjalankan hak dan kewajiban sebagai warga negara, muaranya adalah akan tercipta suatu kondisi yang dpat memperkokoh pertahanan negara.